Lampung Tengah – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mendorong koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas dengan memperluas akses kemitraan, pasar, dan jejaring usaha.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Business Matching dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 yang digelar di GSG Kopkar Dwi Karya PT GGF, Kecamatan Way Pengubuan, Kamis (30/7/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua Dekopinda Yurita, Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah Ujang Mahmud, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Yos Devera, Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sri Wahyuningsih, Camat Way Pengubuan Nico Finandi Asnawi, Camat Terusan Nunyai Andri Yulizar, Camat Terbanggi Besar Sumarno, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, I Komang Koheri mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Karena itu, Pemkab Lampung Tengah mendorong adanya langkah konkret melalui Business Matching yang mempertemukan gerakan koperasi, UMKM, pemerintah, BUMN, dan mitra strategis lainnya.
Menurutnya, pertemuan bisnis tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk mengembangkan usaha.
“Hari Koperasi tidak cukup hanya diperingati secara seremonial. Harus ada aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi koperasi dan pelaku UMKM. Salah satunya melalui Business Matching ini,” ujar I Komang Koheri.
Ia berharap forum tersebut mampu membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat antara koperasi, pelaku UMKM, dunia usaha, pemerintah, serta berbagai mitra yang memiliki potensi mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
Dorong Kerja Sama Koperasi dengan Bulog dan Pertamina
Plt. Bupati menyampaikan apresiasi atas kehadiran sejumlah mitra strategis yang membuka peluang kerja sama dengan gerakan koperasi dan pelaku UMKM di Lampung Tengah.
Menurutnya, pertemuan secara langsung antara koperasi, UMKM, dan mitra strategis harus diarahkan pada kerja sama konkret dan berkelanjutan.
Ia berharap forum Business Matching dapat menghasilkan berbagai bentuk kemitraan, termasuk peluang terwujudnya nota kesepahaman (MoU) maupun komitmen kerja sama antara koperasi dan UMKM dengan Bulog serta Pertamina.
“Yang kita harapkan bukan hanya pertemuan, tetapi ada tindak lanjut nyata. Kalau ada peluang kerja sama, mari kita dorong menjadi MoU dan kemudian diwujudkan dalam kegiatan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, akses pasar menjadi salah satu tantangan penting yang perlu dijawab bersama. Koperasi dan UMKM tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga harus memiliki kepastian pasar, jaringan distribusi, akses pembiayaan, serta kemampuan meningkatkan kualitas produk.
Karena itu, Business Matching diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan tersebut dengan mitra yang memiliki jaringan dan kapasitas untuk mendukung pengembangan usaha.
Koperasi Harus Naik Kelas
I Komang Koheri juga berpesan kepada seluruh pengurus koperasi agar terus melakukan inovasi dan meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan organisasi.
Koperasi, menurutnya, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mengambil peran sebagai motor penggerak ekonomi di wilayah masing-masing.
Di sisi lain, pelaku UMKM juga didorong untuk memperkuat sinergi dengan koperasi guna memperluas jaringan usaha, meningkatkan daya saing, serta membuka akses terhadap pasar yang lebih luas.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah akan terus hadir memberikan dukungan terhadap setiap upaya yang bertujuan memajukan koperasi, memperkuat UMKM, dan mewujudkan ekonomi kerakyatan yang tangguh, mandiri, serta berkelanjutan,” ujar I Komang Koheri.
Melalui Business Matching tersebut, Pemkab Lampung Tengah berharap terbentuk kemitraan produktif yang tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi berkembang menjadi kerja sama usaha yang nyata.
Kolaborasi antara koperasi, UMKM, BUMN, pemerintah, dan dunia usaha diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, memperluas pasar produk lokal, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat struktur perekonomian daerah.
Hari Koperasi Nasional ke-79 di Lampung Tengah pun diarahkan bukan sekadar menjadi momentum peringatan, tetapi menjadi titik temu untuk membangun koperasi yang lebih adaptif, UMKM yang semakin berdaya saing, dan ekonomi kerakyatan yang mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. (Red/Adv)






