Bupati Lampung Timur Ambil Langkah Taktis Atasi Serangan Gajah Liar

Adv, Lampung Timur1358 Dilihat

Lampung Timur – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap petani yang sering menghadapi konflik dengan gajah liar. Sebagai bentuk perhatian tersebut, Ela memberikan bantuan petasan kepada petani yang berlokasi di daerah rawan konflik, terutama di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Sabtu (5/4/2025).

Bantuan berupa seratus buah petasan ini diserahkan oleh Anggota DPRD Fraksi PKB, Sunarno, petasan tersebut dikirim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur kepada petani di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah. Petasan ini diharapkan dapat menjadi alat yang efektif untuk mengusir gajah liar yang sering merusak tanaman para petani.

Bupati Ela Siti Nuryamah menjelaskan bahwa petasan tersebut diberikan dengan tujuan untuk memudahkan petani dalam menghalau gajah liar yang sering memasuki kawasan pertanian mereka.

“Kami mendapat informasi bahwa beberapa hari ini gajah liar keluar dari hutan. Dengan petasan yang kami berikan, kami berharap petani bisa lebih mudah menghalau gajah liar yang mengancam tanaman mereka,” ujar Bupati Lampung Timur yang biasa di sapa Buk Ela.

Selain itu, Bupati juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan petani yang terpaksa berhadapan langsung dengan gajah liar. “Kami tidak ingin petani harus mendekatkan diri terlalu dekat dengan gajah liar. Dengan bantuan petasan ini, mereka bisa lebih aman,” tambahnya.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar. “Kami ingin masyarakat yang tinggal di sekitar hutan TNWK bisa hidup lebih nyaman tanpa harus berhadapan dengan ancaman dari gajah liar,” tegas Bupati yang juga merupakan politisi PKB itu.

Sementara itu, Anggota Komisi 1 DPRD Lampung Timur, Sunarno atau yang biasa di sapa pak Nano yang juga tinggal di wilayah yang berbatasan langsung dengan hutan, menuturkan bahwa ia memahami betul kesulitan yang dihadapi oleh petani.

“Saya tahu persis bagaimana perjuangan warga di sini. Oleh karena itu, kami akan terus berjuang bersama Bupati untuk mencari solusi terbaik dalam mengurangi konflik antara petani dan gajah liar,” ungkap Sunarno (pak Nano)

Sunarno juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera merumuskan langkah-langkah strategis guna meminimalisir konflik tersebut, dengan melibatkan pihak Balai TNWK.

“Ke depan, kami akan bekerja sama dengan Balai TNWK untuk mencari solusi yang bisa mengurangi dampak negatif dari konflik gajah dan petani di daerah-daerah seperti Braja Selebah, Way Jepara, dan Labuhanratu,” jelas pak Nano.

Dengan adanya perhatian dari Bupati dan dukungan dari anggota DPRD, diharapkan hubungan antara masyarakat petani dan satwa liar dapat lebih harmonis, sehingga petani bisa melanjutkan kegiatan pertanian mereka tanpa khawatir tanaman mereka dihancurkan oleh gajah liar. Ke depannya, diharapkan tidak ada lagi pertemuan konflik yang merugikan kedua belah pihak. (Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *